Jangan Suka Menahan Kencing

8 September 2009

Padatnya aktivitas, lalu lintas yang macet, atau kondisi toilet yang kurang higienis sering kali menyebabkan kita terpaksa menahan kencing. Bahkan, kadang-kadang kita bisa menahannya hingga berjam-jam. Adakah bahaya menahan kencing bagi kita?

Menurut dr R Soetomo Slamet Iman Santoso, ahli penyakit dalam, pada prinsipnya menahan kencing adalah tindakan yang tidak baik. Sebab air yang Anda tahan adalah air limbah, kotoran, dan racun yang semestinya keluar dari badan. Sekalipun rekan kerja atau atasan membuat Anda terjebak di tengah meeting, sebaiknya Anda lebih tegas meminta izin ke kamar kecil karena hal tersebut sama sekali tidak sehat. Memang, penyakit tidak akan datang tiba-tiba. Namun, jika suatu saat terjadi, hal itu pasti sangat tidak menyenangkan.

Air seni mengandung sisa makanan yang tidak dicerna, sisa minuman yang tidak terserap oleh tubuh, dan kadang kuman yang dikeluarkan oleh ginjal. Jadi, apabila kita tidak berkemih, ada kemungkinan zat-zat tersebut akan merusak saluran kemih kita. Apalagi bila air kencing mengandung kuman. Semakin lama ia di kandung kemih, semakin banyak kuman yang ada. Jika kencing ditahan berjam-jam dan jumlah kuman sangat banyak, kuman itu akan naik ke atas, ke arah ginjal. Hal ini tidak biasa, tetapi bisa terjadi. Akibatnya bisa terjadi gangguan pada ginjal.

Jadi, menahan kencing sampai satu jam atau bahkan lebih sangat tidak dianjurkan. Sebaliknya, jika kita ingin buang air kecil, segera laksanakan. Jadi, segala macam zat yang tidak berguna akan segera keluar dan tidak diberi kesempatan berkembang di dalam badan. Jika sering menahan kencing, akibat lainnya adalah rasa tidak tuntas. Anda bisa kencing lagi 5 menit kemudian setelah Anda pertama kali kencing. Inilah yang disebut dengan anyang-anyangan.

Iklan

Sengatan Lebah Obat Kanker

3 September 2009

Sengatan lebah dikabarkan mampu sel membunuh tumor. Racun ini dibentuk hingga berukuran nano yang disebut nanobee.

Beberapa peneliti dari Universitas Washington, AS, sedang menjajaki untuk mengubah racun lebah menjadi obat yang berguna. Racun lebah ini dikabarkan dapat membunuh sel tumor. Racun ini dibentuk hingga berukuran nano yang disebut nanobee.

Seperti dilansir dari Sciencedaily, nanobee bekerja dengan memberikan racun yang dinamakan melittin. Melittin mampu memerangi tumor namun tetap melindungi lapisan lainya dari kerusakan.

Kemampuan nelittin ini yang diklaim bepotensi untuk menjadi obat tumor yang baik. Penemuan para peneliti dimuat dalam Journal of Clinical Investigation.

Sebelumnya, uji coba ini diterapkan pada tikus. Pengujian pada hewan pengerat ini memberi berita menggembirakan. Peneliti menguji pada dua jenis tikus. Pada tikus pertama ditanam sel kanker payudara, sedangkan tikus lainnya ditanami sel kanker melanoma.

Setelah diberi nanobee yang mengandung melittin, laju pertumbuhan sel kanker payudara menyusut hingga 25%, sedangkan ukuran sel kanker melanoma menyusut hingga 88%.

Satu kehebatan, nanobee tidak merusak sel darah merah dan sel sehat lainnya meski diberi dalam konsentrasi tinggi. Secara umum, hasil penelitian menyimpulkan nanobee tidak hanya mengurangi pertumbuhan tumor namun juga dapat mencegah kanker.

Gosip itu Sehat

3 September 2009

Kabar baik untuk Anda yang suka bergosip. Menurut riset di Amerika Serikat, bergosip mengurangi tingkat stres dan rasa cemas berlebih. Mengobrol atau bergosip mampu meningkatkan hormon progesteron yang dihasilkan tubuh.

Mengobrol atau bergosip memang selalu identik dengan kaum perempuan. Siapa sangka jika kegiatan yang dianggap membuang banyak waktu ini ternyata baik buat kesehatan.

Sebuah riset di AS menyebutkan, perempuan akan merasa bahagia dan sehat jika mereka menikmati obrolan dengan sesama teman perempuan. Kegiatan itu terbukti dapat mengurangi tingkat stres dan rasa cemas berlebih.

Berdasarkan hasil penelitian dari University of Michigan disebutkan bahwa mengobrol atau bergosip mampu meningkatkan hormon progesteron yang dihasilkan tubuh. Hormon itu berperan penting bagi seseorang dalam melakukan interaksi sosial.

Menurut ketua tim peneliti Professor Stephanie Brown, progesteron adalah hormon yang dihasilkan dalam indung telur perempuan. Hormon ini membantu mengurangi rasa sakit saat melahirkan, melawan infeksi dan menghentikan kelebihan produksi hormon oestrogen yang diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Baca entri selengkapnya »

Bagi wanita yang memiliki jari manis lebih panjang ada baiknya mulai berhati-hati, pasalnya penelitian terbaru menyebutkan wanita dengan ukuran jari manis lebih panjang dari jari telunjuknya rentan mengalami gangguan radang sendi (arthritis).
Pada umumnya jari telunjuk dan jari manis pada wanita memiliki panjang yang sama, sementara pada pria jari manis cenderung lebih panjang dari jari telunjuknya.

Ilmuwan mendapati wanita yang memiliki jari manis lebih panjang beresiko ganda mengidap osteoarthritis (penyakit degeneratif pada persendian), dibanding mereka yang memiliki jari berukuran standar.

“Wanita yang memiliki jari manis dengan pola pria atau jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk beresiko menderita osteoathritis pada lutut. Mekanisme dasarnya belum jelas dan masih dibutuhkan penelitian lebih jauh tentang hal ini,” jelas Professor Michael Doherty, ketua penelitian, seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, Jumat (04/01/08).

Untuk riset ini, para peneliti dari Universitas Nottingham menganalisa jemari tangan 2 ribu penderita radang sendi dan seribu orang tanpa gangguan arthritis di usia ke-60.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Arthritis & Rheumatism ini menggunakan bantuan sinar X pada kedua tangan responden dan mengukur panjangnya jari menggunakan tiga metode yang meliputi perbandingan jarak pangkal di antara dua jari, mengukur rasio dari pangkal sampai ujung jari, dan mengukur rasio panjang tulang jari manis dan telunjuk.

Faktor-faktor lain juga dilibatkan dalam riset ini, seperti kurangnya berolah raga atau kemungkinan cedera yang pernah dialami responden.

Dan hasilnya mayoritas penderita arthritis dijumpai pada wanita yang memiliki jari manis lebih panjang.

Tahukah Anda bahwa tissue dan pembalut wanita disekitar kita ternyata juga bisa menyebabkan kanker? Dioksin, zat inilah yang menyebabkan kanker, terkadang ada pada tissue dan pembalut wanita biasa. Tidak semua tissue atau pembalut wanita mengandung dioksin, tapi jika Anda tidak waspada terhadapnya, ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan Anda. Baca entri selengkapnya »